Nikmatnya Makan Meski Hanya Berlaukkan Garam
by lisin on Januari 31, 2012
Saya terlahir dari keluarga yang masih bertaraf menengah ke bawah, bahkan bisa dikatakan keluarga yang masih kekurangan. Namun saya sangat bersyukur bisa dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan yang penuh kesederhanaan. Meski kadang apa yang saya inginkan tidak kesampaian, namun banyak sekali tersingkap hikmah dalam kehidupan saya, salah satunya adalah betapa mewahnya, seseorang yang ikhlas hidup dalam kesederhanaan.
Teringat suatu hari ketika bapak saya hendak menjalankan aktifitas berladang. Sebelum berangkat, beliau berniat untuk sarapan pagi agar kerjanya lebih semangat. Namun karena berangkatnya terlalu pagi, ibu saya belum sempat menyiapkan makanan untuk sarapan bapak. Hanya sisa nasi kemarin yang masih tersisa di meja makan. Tanpa berpikir panjang juga tanpa merasa kesal pada ibu, bapak langsung mengambil nasi kemarin itu, kemudian mengambil garam dapur. Garam dapur yang berbentuk kotak tersebut di usap-usapkan pada nasi, kemudian bapak makan dengan lahapnya. Setelah itu beliau bergegas pergi ke ladang. Read the rest of this entry »
Marah Itu Rugi
by lisin on Januari 15, 2012
Pernahkah anda marah? sudah sewajarnya jika manusia memiliki rasa marah, akan tetapi jika sering marah-marah atau tepatnya menjadi seorang pemarah ini yang membuat tidak wajar. Marah adalah sifat yang dimiliki setiap manusia. Jika ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya, atau sesuatu yang membuat hatinya merasa disakiti biasanya orang melampiaskan dengan kemarahan. Akan tetapi ada beberapa orang yang mampu mengendalikan rasa marah ini, dan orang seperti ini akan mendapat predikat orang yang sabar.
Seseorang yang marah biasanya akan merasa lega tatkala perasaan tidak sukanya telah dilampiaskan dengan kemarahan. Tapi pernahkah kita merenungi betapa rugi dan burukya kita disaat marah? Cobalah kita simak beberapa kisah dibawah ini, kita akan tahu bahwa marah itu sama sekali tidak bermanfaat bagi kita dan justru malah sangat merugikan. Read the rest of this entry »
Mengapa Aku Menikah (Refleksi 7 Bulan Pernikahan)
by lisin on November 6, 2011
Masih teringat ketika tidur sendirian di dalam kamar kecil berukuran 2 x 3 meter, bertemankan bantal dan selimut. Waktu itu adalah saat-saat dikala hatiku selalu bertanya-tanya, “siapakah jodohku kelak?”, “bagaimana rasanya jika aku telah memiliki seorang istri?”, “bagaimana perasaanku tatkala esuk sudah ada teman yang selalu menemani disetiap tidurku?”, “apakah aku bisa menghidupi keluargaku?” dan sejuta pertanyaan lainya yang terus menerus terlintas menemani malam demi malam. Masih selalu terbayang dalam benakku ketika harus memasak nasi dan membeli sayur untuk makan setiap harinya, membeli sabun seorang diri serta mencuci baju sendirian. Juga masih terdengar jelas celotehan teman-teman dan tetangga yang melihatku sedang menjemur baju. Mereka sering sekali melontarkan kalimat yang menyuruhku untuk mencari pendamping hidup. Masih terngiang juga akan monologku kala itu, dimalam-malamku ketika menyendiri, termenung dalam gulita. “Seandainya aku sudah memiliki seorang pendamping hidup, insya Allah akan lebih nikmat dalam beribadah”, “Seandainya aku sudah beristri, aku akan ada seseorang yang membangunkanku setiap malam”. Dan juga doa yang selalu ku panjatkan “ Ya Allah, Anugrahkanlah kepada hamba seorang istri yang sholekhah, yang akan membantu hamba dalam menggapai keridhoan Mu”.
Dan dipagi yang cerah itu tepatnya hari Ahad Legi tanggal 3 April 2011, atau tanggal 28 Bakda Mulud 1944 tahun Jawa yang bertepatan dengan tanggal 28 Rabiul Akhir 1432 tahun Hijriah sejuta pertanyaanku terjawab. Read the rest of this entry »
Sehari di Negeri Cahaya (bagian 1)
by lisin on Oktober 30, 2011
Secara perlahan pak sopir menginjak pedal rem. Bus yang kami naiki dengan pelan-pelan berhenti di sebuah lokasi yang belum pernah kami kunjungi sebelumnya. Kami segera beranjak keluar. Tiba-tiba mata kami terbelalak menyaksikan pemandangan yang begitu indahnya. Terlihat tatanan kota yang besih, rapi, asri dan indah. Air mengalir jernih, tak ada sampah berserakan, pohon-pohon rindang tertanam pada posisi yang tepat. Tak lupa bunga-bunga warna-warni dan kolam kecil berhiaskan ikan-ikan menambah kedamaian suasana kota ini. Burung-burung kecil dengan asyiknya bermain-main sambil berkicau bersahut-sahutan tampak seperti tak mau ketinggalan untuk ikut andil menambah indahnya suasana hari itu.
Gedung-gedung didesain dengan minimalis dan penuh kesederhanaan. Lantainya pun bukan dari keramik apalagi batu marmer akan tetapi tertata rapi tegel-tegel warna hitam yang agak mirip dengan warna batu. Tembok tembok bersih dari corat-coret dan hanya beberapa gambar pemandangan alam serta papan-papan yang berisikan motivasi terpajang di sana. Read the rest of this entry »